Melodi dan Lima Sekawan

Melodi sangat mencintai buku petualangan “Lima Sekawan.” Buku-buku itu selalu menemaninya setiap hari. Setiap kali bel berbunyi menandakan istirahat, Melodi bergegas menuju perpustakaan sekolah. Di sana, ia menghabiskan waktunya membaca petualangan George, Julian, Dick, Anne, dan anjing mereka, Timmy. Meskipun buku-buku tersebut sudah dibacanya berkali-kali, namun tiap kali membacanya, ia selalu merasa seperti terlibat langsung dalam petualangan seru itu.

 

Suatu hari, sambil membaca salah satu buku “Lima Sekawan,” Melodi mulai merasakan angin laut dan mendengar suara deburan ombak. Tiba-tiba, halaman buku berubah menjadi dek kapal bajak laut yang megah, dan Melodi mendapati dirinya berada di tengah petualangan baru bersama Lima Sekawan.

 

Kapal bajak laut mereka melaju di lautan luas, berlayar menuju pulau misterius yang tersembunyi. Melodi bersama George, Julian, Dick, Anne, dan Timmy, menghadapi berbagai tantangan, menemukan harta karun, dan bahkan bermain-main dengan gembira di pantai pasir putih.

 

Namun, seperti semua petualangan, akhirnya tiba waktunya untuk kembali. Dengan isyarat sederhana, Melodi kembali ke perpustakaan sekolah. Kini, buku “Lima Sekawan” kembali menjadi buku biasa di rak perpustakaan, dan Melodi kembali menjadi siswa biasa.

 

Meskipun begitu, imajinasi Melodi terus berkembang. Setiap kali ia membuka halaman-halaman buku, dia tahu bahwa ada dunia-dunia baru yang menunggu untuk dijelajahi di dalam cerita-cerita seru. Melodi menyadari bahwa perpustakaan adalah tempat ajaib yang membawanya ke petualangan-petualangan luar biasa, bahkan jika hanya melalui imajinasinya.

Cerita dan ilustrasi oleh:

Shila Agustina Rahmadhani

Kelas 6-C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *