Ilustrasi cerpen anak Perpustakaan Mupat, Mimpi, Buku, dan Persahabatan Pengaruh Pustakawan dalam Hidup Kami

Mimpi, Buku, dan Persahabatan: Pengaruh Pustakawan dalam Hidup Kami

Di dalam studio seni yang terletak di Tokyo, aku duduk sendirian. Air mata mengalir di pipiku saat aku menutup percakapan video call dengan Nanda dan Ixchel. Kabar yang kudengar dari sahabat baikku sejak kami bersekolah di SD Muhammadiyah 4 Malang adalah tentang kepergian Bu Rinda, pustakawan di SD kami. Berita itu mengingatkanku pada masa-masa indah kami di sekolah.

Kami bertiga dulu adalah anak-anak yang sulit diatur. Kami sering kali mendapat nasehat dari guru-guru di sekolah. Namun, pada saat itu, kami tak peduli dengan itu semua. Hingga suatu hari, Bu Rinda, pustakawan yang baik hati, membantu kami menemukan minat dan bakat yang ada dalam diri kami. Kami sering sengaja pulang telat hanya untuk mendengarkan Bu Rinda membacakan cerita dari buku-buku perpustakaan. Hanya Bu Rinda yang mampu meluluhkan kenakalan kami saat itu.

Hingga akhirnya, momen kelulusan kami telah tiba. Pada pertemuan terakhir itu, Bu Rinda memberikan kami masing-masing sebuah buku sebagai tanda perpisahan. Buku itu merupakan favorit kami masing-masing. Aku mendapatkan buku manga berjudul “Mimi o Sumaseba”, yang merupakan buku favoritku di perpustakaan. Ixchel mendapatkan buku tentang kreasi dan keterampilan merajut, karena dia begitu senang berkreasi di perpustakaan. Sedangkan Nanda menerima buku sains, sesuai dengan minatnya terhadap ilmu pengetahuan. Buku-buku yang diberikan oleh Bu Rinda itu seolah menjadi pemicu semangat kami untuk mengejar cita-cita kami.

Bayangan Bu Rinda dan kenangan indah kami di bawah bimbingan beliau akan terus hidup dalam hati kami. Buku-buku yang diberikan olehnya menjadi simbol semangat dan tekad kami untuk meraih impian kami.

Aku memejamkan mata dan mengingat semua cerita yang pernah dibacakan oleh Bu Rinda. Air mata kembali mengalir, namun kali ini bukan hanya karena kepergian beliau, tetapi juga karena rasa syukur yang mendalam atas pengaruh positif yang beliau berikan dalam hidup kami.

Ixchel kini seorang desainer pakaian muslim yang inovatif, memadukan kecantikan dan kearifan lokal dengan gaya kontemporer. Nanda juga meraih kesuksesan sebagai ilmuwan di universitas ternama, membantu generasi muda memahami keindahan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, aku mengejar impianku sebagai seorang mangaka di Jepang. Melalui perjuangan dan kerja keras, aku mulai merintis karirku dalam dunia seni manga. Setiap kali aku merasa lelah atau terjatuh dalam kesulitan, buku “Mimi o Sumaseba” yang diberikan oleh Bu Rinda selalu menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi diriku. Buku itu mengingatkanku pada semangat kami yang tak tergoyahkan ketika kami masih muda, dan tekad kami untuk mengejar impian kami.

Kami tahu bahwa Bu Rinda akan bangga melihat kami tumbuh menjadi orang-orang yang kuat dan penuh semangat. Dalam setiap karya yang aku ciptakan, aku mencoba menyampaikan pesan yang sama ke dalam tiap halaman manga yang aku gambar. Pesan tentang persahabatan, perjuangan, dan impian yang tak terbatas.

Penulis dan ilustrator Cilik Nanda Keysha Khomaini Putri Perpustakaan SD Muhammadiyah 4 Kota Malang

Cerita dan ilustrasi oleh:

Nanda Keysha Khomaini Putri

Kelas 6-A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *